PEMBELAJARAN KONSUMEN
Pembelajaran
konsumen merupakan proses dimana para individu memperoleh pengetahuan dan
pengalaman pembelian dan konsumsi yang mereka terapkan pada perilaku yang
berhubungan di waktu yang akan datang. Walaupun beberapa pembelajaran
disengaja, kebanyakan pembelajaran di peroleh secara kebetulan. Unsur-unsur
pokok yang meyumbang pada pemahaman terhadap pembelajaran adalah motivasi,
petunjuk, tanggapan, penguatan.
Sebuah
proses dimana individu memperoleh pembelian dan pengetahuan konsumsi dan
pengalaman yang mereka berlaku untuk perilaku terkait masa depan.
Pentingnya Konsumen Belajar Produk
Sukses Baru
Mengapa
produk ini gagal?
Pasta
gigi Listerine
Aspirin
Ben-Gay
Oreo
Fudgies Sedikit
Mengapa
PocketPaks berhasil?
Kuncinya
adalah pada titik dimana pemasar harus bisa memberikan edukasi terhadap produk
yang di pasarkan.
Pentingnya Belajar
Pemasar
harus mengajarkan konsumen:
- Where to buy
Dimana
peran pemasar sangat dibutuhkan untuk mengajarkan konsumen tentang dimana
mereka harus membeli suatu produk.
- How to use
Dimana
peran pemasar dibutuhkan untuk mengajarkan konsumen tentang bagaimana mereka
menggunakan produk yang dipasarkan sehingga mereka tertarik untuk membelinya.
- How to maintain
Peran
pemasar dimana konsumen diajarkan untuk bagaimana mereka mempertahankan produk
yang dipasarkan, dengan kata lain membuat konsumen yang setia.
- How to dispose of products
TEORI BELAJAR
- Teori Perilaku
Teori
didasarkan pada premis bahwa pembelajaran terjadi sebagai hasil dari tanggapan
diamati terhadap rangsangan eksternal. Juga dikenal sebagai teori respon
stimulus.
Teori
pembelajaran perilaku mengasumsikan bahwa pembelajaran terjadi seseorang
terhadap kejadian-kejadian diluar dirinya.
- Teori kognitif
Sebuah
teori pembelajaran berbasis pengolahan informasi mental, sering dalam
menanggapi pemecahan masalah.
Pendekatan
teori ini menekankan kegiatan mental dalam pembelajaran, yakni bagaimana
informasi yang diterimaseseorang diproses dan disimpan dalam memorinya dalam
waktu yang relative lama. Pembelajaran terjadai karena adanya empat unsure yang
disebut dalam hamper dalam semua teori pembelajaran.
PROSES PEMBELAJARAN
- Belajar Intensional (Intentional
learning)
Belajar
dalam arah tujuan, merupakan lawan dari belajar incidental.
- Belajar Insidental (Incidental
learning)
Konsep
ini bertentangan dengn anggapan bahwa belajar itu selalu teraarah-bertujuan.
Belajar disebut incidental bila tidak ada instruksi atau petunjuk yang
diberikan pada individu mengenai materi belajar yang akan diujikan kelak. Lawan
dari belajar incidental adalah belajar intensional.
ELEMEN DARI TEORI BELAJAR
• Motivasi : muncul karena adanya
kebutuhan, Motivasi berakar pada kebutuhan dan tujuan, jadi motivasi mendorong
pembelajaran.
• Isyarat (Cues) : bereaksi terhadap
motivas, Cues adalah stimulus yang mengarahkan motif. Cue mengarahkan dorongan
kepada konsumen bila cue itu konsisten dengan ekspektasi konsumen.jadi, pemasar
perlu berhati-hati dalam memberikan cue supaya tidak mengecewakan ekspektasi
konsumen.
• Respons : reaksi konsumen terhadap
isyarat, Response adalah bagaimana seseorang berperilaku sebagai reaksi dari
dorongan atau cue. Respons tidak terikat pada kebutuhan. Kebutuhan atau notif
dapat menimbulkan berbagai macam respons.
• Pendorong (Reinforcement) : datang
karena adanya isyarat atau stimulus, Reinforcement meningkatkan kemungkinan
suatu respons spesifik akan muncul dimasa yang akan dating sebagai hasil dari
cue atau stimulus tertentu.
PERILAKU TEORI BELAJAR
- Classical Conditioning
Classic
conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang
ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli
dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga
memunculkan reaksi yang diinginkan
- Instrumental Conditioning
Pengkondisian
Instrumental (Instrumental Conditioning) adalah suatu proses belajar yang meliputi
manipulasi akibat-akibat dari suatu respon dengan tujuan untuk menaikan atau
menurunkan probabilitas munculnya respon tersebut. Perosedur pengkondisian
instrumental dapat digunakan untuk meningkatkan kesempatan munculnya respon
yang diinginkan dan sebaliknya menurunkan kesempatan munculnya respon yang
tidak diinginkan.
Sebuah
teori perilaku belajar berdasarkan proses trial-and-error, dengan kebiasaan
paksa sebagai hasil dari pengalaman positif (reinforcement) yang dihasilkan
dari tanggapan atau perilaku tertentu.
- Modeling or Observational Learning
Pembelajaran observasional adalah pembelajaran yang terjadi melalui mengamati
perilaku orang lain.
• Tahap-tahap observation Learning
1.
Attention (Perhatian)
Yaitu
belajar sesuatu dengan observasi, pertama-tama pembelajar harus memberikan
perhatian kepada model yang akan ditiru, secara continues.
Contoh :
Mengamati tingkah laku teman yang sedang mengirim berita/tugas ke milis secara
continue
2.
Memory (Mengingat)
Yaitu
pembelajar harus mengingat langkah-langkah yang dilakukan.
Contoh :
Mengingat langkah-langkah yang dilakukan oleh model pada saat mengirim
berita/tugas ke milis
3.
Immitation (Meniru)
Yaitu
pembelajar memiliki kemampuan untuk menguasai dan meniru tindakan tersebut.
Contoh :
Learner merasa mampu melaksanakan / menirukan apa yang dilakukan oleh model
bagaimana cara mengirim berita/tugas ke milis.
4.
Motivation (keputusan untuk mempratekkan/tidak)
Yaitu
pembelajar mempunyai motivasi untuk melakukan tindakan tersebut secara mandiri
(mempraktekkan tindakan tersebut).
v
Gambar
7.2 Classical Conditioning Menurut Ivan Pavlov
Berikut ini adalah gambaran dari
teori Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov.
![]() |
AFTER
REPEATED PAIRINGS
Þ
Contoh
dari Classical Conditioning yaitu pada awal tatap muka antara guru dan murid
dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru menunjukkan sikap yang ramah dan
memberi pujian terhadap murid-muridnya, sehingga para murid merasa terkesan
dengan sikap yang ditunjukkan gurunya.
v
Gambar
7.2B Analogous Model of Classical
Conditioning
AFTER
REPEATED PAIRINGS
Þ
Berdasarkan
Hukum Respon by Analogy, hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan
respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya
dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang
pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang
telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan
makin mudah.
PEMBELAJARAN ASOSIATIF KOGNITIF
Pembelajaran
asosiatif adalah pembelajaran yang muncul ketika sebuah hubungan dibuat untuk
menghubungkan dua peristiwa. Pengkondisian klasik dipandang sebagai pembelajaran
asosiasi antara peristiwa yang memungkinkan organisme untuk mengantisipasi dan
mewakili lingkungannya. Dari sudut pandang ini, pengkondisian klasik bukanlah
tindakan refleksif, melainkan perolehan pengetahuan baru.
Menurut
teori Pavlon, konsumen dapat dipandang sebagai pencari informasi yang
menggunakan hubungan yang logis dan perpetual diantara berbagai peristiwa,
bersama-sama dengan persepsinya sendiri, untuk membentuk gambaran yang canggih
mengenai dunia.
APLIKASI STRATEGIS PENGKONDISI KLASIK
• Pengulangan
Pengulangan
meningkatkan kekuatan asosiasi dan memperlambat lupa tapi seiring waktu dapat
mengakibatkan wearout iklan. Variasi kosmetik mengurangi kejenuhan. Efek
conditioning akan meningkat setelah pengulangan beberapa kali. Hanya saja ada
teori yang disebut dengan three hit theory, yang mengatakan bahwa pengulangan
diatas tiga kali tidak akan menghasilakn efek conditioning, namun justru akan
mnegakibatkan advertising wearout atau kejenuhan dan menyebabkan hilangnya efek
conditioning.
• Stimulus Generalisasi
Ketidakmampuan
untuk memahami perbedaan antara rangsangan sedikit berbeda. Generalisasi
stimulus menjelaskan alasan berbagai produk tiruan (me too) sukses di pasaran.
Stimulus generalization berhubungan dengan kecenderungan stimulus-stimulus yang
berupa stimulus yang dikondisikan dan ditampilkan untuk menghasilkan respons
yang serupa pula.
• Stimulus Diskriminasi
Dalam
tugas-tugas diskriminatif pada pengkondisian instrumental, subyek dicoba untuk
mempertimbangkan apakah ia membuat respon atau tidak. Bila subyek membuat
respon, maka subyek melakukan generalisasi stimulus. Jika subyek tidak membuat
respon maka ia membuat diskriminasi stimulus. Stimulus discrimination terjadi
billa stimulus yang serupa denganstimulus yang dikondisikan tidak diikuti oleh
stimulus yang tidak dikondisikan
v Gambar 7.4 Variasi Substantif
Variasi substantif adalah
berbagai perubahan isi iklan dan tidak ada perubahan ciri-ciri produknya.

v
TEORI THREE-HIT
Pengulangan adalah dasar
untuk gagasan bahwa tiga eksposur
untuk iklan diperlukan
untuk iklan yang akan efektif. Jumlah pengulangan sebenarnya sama dengan tiga eksposur dipertanyakan.
v
GENERALISASI
STIMULUS DAN PEMASARAN
·
Perluasan
lini, bentuk, dan golongan produk
Para
pemasar tidak hanya menawarkan perluasan lini produk yang mencakup ukuran yang
berbeda, warna yang berbeda, bahkan rasa yang berbeda (contoh: indomie yang
dulu hanya mempunyai rasa ayam bawang, kini mengeluarkan berbagai rasa seperti,
rasa soto, kari ayam, soto pedas) mereka juga menawarkan perluasan bentuk
produk (contoh: Susu Bendera. Dulu produk ini hanya susu bubuk saja. Namun
sekarang, menjadi susu cair, susu kemasan, dan susu kental manis)
·
Pemakaian merk gabungang
Contoh:
“PT. Indofood” (memiliki berbagai produk makanan seperti Indomie, Supermi,
Popmie, Sunrise, Bimoli, Simas, kecap Indofood dan Promina.)
·
Pemberian
Lisensi (Licensing)
Pemberian
lisensi-izin menggunakan merk terkenal ke berbagai produk pabrikan
lain-merupakan strategi pemasaran yang dilakukan atas dasar prinsip
generalisasi stimulus. produk-produk
yang diberi lisensi. (Contoh, Paris Hilton, memberikan lisensi namanya
untuk produk parume “Paris Hilton”).
·
Menggenaralisasikan
Situasi Pemakaian
Para
pemasar tidak hanya berusaha menggeneralisasikan asosiasi yang positif bagi
merk mereka melalui perluasan lini produk dan perluasan golongan produk, tetapi
beberapa pemasar juga berusaha menggeneralisasikan situasi pemakaian merk-merk
mereka yang terkenal. Sebagai contoh: Obat sakit kepala Bodrex, memberi pesan
kepada konsumen bahwa produknya adalah obat sakit kepala yang dapat diminum
kapan saja walaupun sebelum makan
v
PRODUK EKSETNSI
Pengenalan produk yang dikenal
untuk perusahaan tetapi yang memiliki fitur atau dimensi yang baru untuk konsumen,
tiga jenis ekstensi produk yang mungkin: revisi, penambahan dan repositionings,
melihat inovasi dan duplikasi produk baru. Contohnya seperti gambar-gambar
dibawah ini.
-
Gambar
7.5 Line Produk Ekstensi
Gambar
7.5 Line Produk Ekstensi
-
Gambar
7.6 Bentuk Produk
Ekstensi

-
Gambar
7.7 Kategori Produk
Ekstensi
Gambar
7.7 Kategori Produk
Ekstensi
-
Gambar 7-8

v STIMULUS
DISKRIMINASI
Kemampuan untuk memilih
stimulus tertentu dari antara rangsangan yang sama karena perbedaan persepsi
·
Pengaturan
Posisi
Dalam
masyarakat kita dimana komunikasi terjadi berlebihan, kunci diskriminasi
stimulus adalah pengaturan posisi (positioning) yang efektif, keunggulan
bersaing yang utama.
·
Diferensiasi
Produk
Kebanyakan
strategi diferensiasi produk direncanakan untuk membedakan produk atau merk
tertentu dari produk atau merk pesaing atas dasar sifat yang relevan, berarti,
dan berharga bagi para konsumen. Penjelasannya adalah bahwa merk yang unggul
biasanya yang pertama berada dipasar dan sudah lama “mengajar” konsumen
(melalui iklan dan penjualan) untuk menghubungkan merk dengan produk tersebut.
-
Gambar 7.9 Stimulus Diskriminasi

v Gambar
7.10 Sebuah Model
penyejuk Instrumental
![]() |
v
PENGKONDISIAN INSTRUMENTAL
Seperti pengkondisian klasik,
pengkondisian instrumental memerlukan hubungan antara stimulus dan tanggapan.
Tetapi, pada pengkondisian instrumental, stimulus yang menghasilkan tanggapan
yang paling memuaskan adalah stimulus yang dipelajari.
KONDISI INSTRUMENTAL DAN PEMASARAN
• Kepuasan pelanggan (Penguat)
Dimana
seorang konsumen merasa senang dengan suatu produk yang dihasilkan. Tujuan
semua usaha pemasaran haruslah untuk memaksimumkan kepuasan pelanggan.
• Urutan Penguatan
Untuk
menentukan kapan sebuah perilaku akan dilakukan. Para pemasar menemukan bahwa
kualitas produk harus terus konsisten dan kepuasan pelanggan harus diberikan
pada setiap pemakaian agar perilaku konsumen yang diingini terus dipertahankan.
• Menyusun perbandingan pembelajaran
distribusi
Seperti
digambarkan sebelumnya, pengaturan waktu mempunyai pengaruh yang penting
trehadap pembelajaran konsumen.
• Pembentukan Perilaku
Penguatan
perilaku yang harus dilakukan para konsumen sebelum perilaku yang diinginkan
dapat dilakukan disebut pembentukan perilaku.
PENGUAT
• Penguat yang positif : Hal positif
yang memperkuat kemungkinan respon tertentu. Situasi penguatan positif muncul
apabila keberadaan stimulus khusus dapat rneningkatkan atau memelihara kekuatan suatu respon. Penguatan
positif sering disebut ganjaran (rewards).
Contoh :
Iklan menunjukan rambut indah sebagai penguat untuk membeli sampo
• Penguat yang negatif : Hasil yang
tidak menyenangkan atau negative berfungsi untuk mendorong perilaku tertentu.
Situasi penguatan negatif muncul apabila ketidakbera daan atau penghilangan
stimulus khusus (sering berupa stimulus aversi atau stimulus yang tidak
menyenangkan subyek) dapat membantu untuk meningkat kan atau memelihara
kekuatan suatu respon. Dan beberapa psikolog melihat paralelisme antar
penguatan positif dan negatif adalah penguatan positif cenderung.mengarah
perolehan ganjaran, dan penguatan negatif cenderung mengarah perolehan pertolongan
bagi subyek.
Contoh :
Iklan menunjukan kulit keripur sebagai penguat untuk membeli krim untuk kulit.
KONSEP LAIN DALAM PENGUATAN
• RESIKO (Hasil buruk yang kemungkinan
akan terjadi)
- Memilih penguatan daripada resiko
• KEPUNAHAN (Hilang dari peredaran)
- Melawan dengan cara kepuasan
pelanggan
• MELUPAKAN (Menghapus atau
menghilangkan)
- Melawan dengan cara pengulangan, jika
tanggapan yang dipelajari tidak lagi diperkuat, maka akan makin menghilang
sampai-sampai tingkat penghapusan; yaitu, sampai tingkat di mana hubungan
antara stimulus dan ganjaran yang diharapkan hilang.
OBSERVASI PEMBELAJARAN
Observasi
ialah metode atau cara untuk menganalisis dan mengadakan pencatatan secara
sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati suatu objek
secara langsung. Sebuah proses dimana individu mengamati perilaku orang lain,
dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Juga dikenal sebagai pemodelan atau
perwakilan pembelajaran.
PEMBELAJARAN TEORI KOGNITIF
Cognitive
atau kognitif berasal dari kata “Cognition” yang berarti pengertian atau
mengerti. Pengertian luasnya adalah perolehan, penataan, dan penggunaan
pengetahuan. Menyatakan bahwa jenis belajar yang paling berkarakteristik dari
manusia adalah pemecahan masalah, yang memungkinkan individu untuk mendapatkan
pengendalian atas lingkungan mereka.
PENGOLAHAN INFORMASI
Sebuah
teori kognitif manusia yang belajar pola pengolahan informasi computer yang
berfokus pada bagaimana informasi disimpan dalam memori manusia dan bagaimana
hal itu akan diambil.
Berkaitan
dengan kemampuan kognitif konsumen maupun kompleksitas informasi yang akan
diolah. Para konsumen mengolah informasi tentang produk berdasarkan sifat-sifat,merk,
perbandingan antara merk, atau kombinasi dari faktor-faktor ini.
v
Gambar 7.13 Proses Informasi Dan
Perbekalan Memory
|
|
|
Latihan Pengkodean Pemuliah
Lupa: Hilang Lupa: Hilang Lupa: Tidak Tersedia
v
STRUKTUR INGATAN
Karena pengolahan informasi
terjadi dalam beberapa tahap, pada umumnya dipercaya bahwa terdapat “
gudang-gudang penyimpanan” yang terpisah dan berurutan dalam ingatan tempat
disimpannya informasi untuk sementara sebelum diolah lebih lanjut; penyimpanan
sensoris, penyimpanan jangka pendek dan penyimpanan jangka panjang.
·
Informasi
yang disimpan dalam jangka panjang
-
Episodik:
Dari yang lain dimana ia diperoleh
-
Semantik:
Konsep yang signifikan
TAHAP BERURUTAN DAN PENGOLAHAN

v
TEORI PEMBAGIAN OTAK
-
Fungsi
Otak Kiri
Merupakan
pusat Intelligence Quotient (IQ) dan berperan dalam hal yang berhubungan dengan
logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, atau merupakan pusat matematika
manusia. Mungkin kita akan berpendapat jika seseorang pandai dalam hal yang
berhubungan dengan logika seperti pandai ilmu matematis, sangat detail dalam
menyusun rencana dan sebagainya, maka otak kirilah yang lebih dominan.
-
Fungsi Otak Kanan
Berperanan dalam fungsi perkembangan
Emotional Quotient (EQ). Jika seseorang cenderung memiliki bakat tertentu,
seperti seni dan lainnya, mungkin ini peranan dari Otak Kanan yang baik dan
kuat. Disini sebagai pusat kemampuan intuitif, penghayatan, kemampuan merasakan,
memadukan, dan ekspresi tubuh, bakat seseorang seperti menyanyi, menari,
melukis dan hal kreatif lainnya. Otak kanan juga akan mempengaruhi seseorang
dalam hal yang bersifat perasaan (intuisi) hal sosialisasi, komunikasi,
interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi (jiwa).
Kanan / Kiri Hemisfer Otak mengkhususkan diri
dalam fungsi tertentu.
v
TEORI KETERLIBATAN
Sebuah teori pembelajaran konsumen yang
mendalilkan bahwa konsumen terlibat dalam berbagai kegiatan pengolahan
informasi dari luas ke yang terbatas untuk pemecahan masalah, tergantung pada
relevansi masalah pembelian. Teori keterlibatan berkembang dari aliran riset
yang disebut hemispheral lateralization atau teori belah otak. Dasar pemikiran
teori belah otak adalah bahwa hemisfer otak sebelah kanan dan kiri
“mengkhususkan diri” pada macam informasi yang mereka olah.
ISUE DALAM TEORI KETERLIBATAN
Suatu
teori pembelajaran konsumen yang mempostulasikan bahwa konsumen terlibat pada
serangkaian kegiatan pemrosesan informasi dari pemecahan masalah ekstensif
sampai terbatas, tergantung pada selevansi pembeliannya.
1. Teori Keterlibatan dan Strategi Media
Informasi
kognitif (verbal) diolah oleh otak sebelah liri jadi media cetak dan media
interaktif dianggap merupakan media dengan keterlibatan yang tinggi. Menurut
teori ini , iklan cetak diolah dalam urutan tahap-tahap kognitif yang kompleks
dan digambarkan dalam berbagai model pengolahan informasi yang klasik (yaitu
pengolahan keterlibatan informasi yang tinggi).
2. Teori Keterlibatan dan Relevansi
Konsumen
Teori
ini secara singkat membuat hipotesa bahwa terdapat konsumen dengan keterlibatan
yang tinggi dan rendah maka, terdapat pula pembelian dengan keterlibatan yang
tinggi dan rendah. Kedua pendekatan ini menimbulkan gagasan bahwa tingkat
keterlibatan konsumen tergantung pada tingkat keterkaitan pribasi yang
ditimbulkan produk untuk konsumen itu.
3. Rute Tengah dan Perlengkapan untuk
Persuasi
Teori
rute tengah dan samping untuk melakukan persuasi menjelaskan berbagai konsep
untuk pemecahan masalah yang luas maupun terbatas pada situasi pembelian dengan
keterlibatan yang tinggi maupun rendah. Dasar pemikiran utama teori ini adalah
bahwa para konsumen lebih mungkin untuk secara teliti menilai kebaikan dan
kelemahan produk tertentu ketika produk itu mempunyai relevansi yang besar bagi
mereka.
4. Model Kemungkinan Pembahasan
Model
Kemungkinan Pembahasan mengemukakakan bahwa tingkat keterlibatan seseorang
selama pengolahan pesan merupakan faktor penting dalam menentukan rute persuasi
mana yang mungkin paling efektif. Jika keterlibatan tinggi, para konsumen
mengikuti rute tengah dan mendasarkan sikap dan pilihan-pilihan mereka pada
argumen pesan. Jika keterlibatan rendah , mereka mengikuti rute samping dan
lebih memperhatikan unsur-unsur pesan lainnya sperti juru bicara atau musik
latar belakangnya untuk membentuk sikap atau melakukan pilihan produk.
v
POKOK BERITA TAK TERDUGA
MEINGKATKAN DAMPAK METAFORA (KIASAN)
Suatu
tayangan yang lebih menunjukkan sesuatu yang merupakan sebuah kiasan tetapi
pesan dari kiasan tersebut dapat diterima calon konsumen. Contohnya seperti
iklan rokok yang lebih menunjukkan sisi jiwa petualang dan keberanian seorang
pria yang pada akhirnya ketika calon konsumen menyaksikan hal tersebut makan
dia akan tertarik karena merasa akan lebih menjadi seorang pria jika
mengkonsumsi produk tersebut.
|
Keterlibatan
|
|
|
Tinggi
|
Rendah
|
|
Rute Pusat
|
Rute sekeliling
|
|
Pengaruh sikap argumen
pesan
|
Isyarat pengaruh sikap
sekeliling
|
·
Rute
Pusat
Pesan
yang dikirim melalui rute pusat persuasi harus lurus ke depan dan lengkap. Rute
pusat terdiri dari "pertimbangan bijaksana dari argumen (ide, konten)
dalam pesan "(Benoit dkk., 2001). Penerima hati-hati dalam mendalami isi
pesan dan mengevaluasi subyek ide. Pesan yang dikirim melalui rute ini harus
memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi, yaitu, penerima harus benar-benar
peduli tentang dan berhubungan dengan subjek.
Rute
Sekeliling
Dimana
pembentukan atau perubahan sikap mencakup jauh lebih sedikit pemikiran dan
merupakan konsekuensi dari asosiasi merek dengan entah petunjuk sekililing yang
positif atau negative. Yang bisa menjadi contoh petunjuk peripheral bagi
konsumen adalah dukungan selebriti, sumber yang terpercaya, atau objek apa pun
yang menimbulkan perasaan positif.
Pengaruh sikap argumen pesan
Ketika konsumen
cukup termotivasi dan mampu memproses argument tertentu dari sebuah pesan atau
suatu titik penjualan, maka respon kongnitif mereka dapat membawa perubahan
kepada kepercayaan mengenai merek yang diiklankan, atau perubahan dalam
mengevaluasi pentingnya manfaat dan atribut merek tersebut.
Isyarat pengaruh sikap sekeliling
Lingkungan
konsumen terbagi menjadi dua macam:
•
Lingkungan sosial : semua interaksi sosial yang terjadi antara konsumen dengan
orang sekelilingnya
•
Lingkungan sosial : orang-orang lain yang berada di sekeliling konsumen dan
termasuk perilaku dari orang-orang tersebut. Berdasarkan kedekatannya dengan
konsumen, lingkungan konsumen bisa terbagi ke:
1. Lingkungan mikro : lingkungan yang
sangat dekat dengan konsumen, yang berinteraksi langsung dengan konsumen dan akan
mempengaruhi perilaku, sikap, dan kognitif konsumen tertentu secara langsung
2. Lingkungan makro : lingkungan jauh dari
konsumen, bersifat umum dan berskala luas karena itu lingkungan makro memiliki
pengaruh luas terhadap masyarakat bukan hanya kepada individu konsumen.
3. Lingkungan fisik : segala sesuatu yang
berbentuk fisik yang berada disekeliling konsumen, bisa menempati ruang / tidak
menempati ruang. Situasi merupakan perilaku konsumen di suatu lingkungan untuk
tujuan tertentu.
Sumber :
http://tutukscorpio.wordpress.com/2009/02/23/observation-learning/
http://andhy-brenjenk.blogspot.com/2011/11/pembelajaran-konsumen.html
http://tutorialpendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/09/tutorial-pendidikan-ppkn.html
http://syaharuddin.wordpress.com/2012/07/05/model-pembelajaran/
http://alfallahu.blogspot.com/2013/04/teori-pembelajaran-kognitif.html
http://izzatimulia.blogspot.com/






0 komentar:
Posting Komentar