Jumat, 13 Desember 2013

PEMBELAJARAN KONSUMEN


         PEMBELAJARAN KONSUMEN
Pembelajaran konsumen merupakan proses dimana para individu memperoleh pengetahuan dan pengalaman pembelian dan konsumsi yang mereka terapkan pada perilaku yang berhubungan di waktu yang akan datang. Walaupun beberapa pembelajaran disengaja, kebanyakan pembelajaran di peroleh secara kebetulan. Unsur-unsur pokok yang meyumbang pada pemahaman terhadap pembelajaran adalah motivasi, petunjuk, tanggapan, penguatan.
Sebuah proses dimana individu memperoleh pembelian dan pengetahuan konsumsi dan pengalaman yang mereka berlaku untuk perilaku terkait masa depan.

         Pentingnya Konsumen Belajar Produk Sukses Baru
Mengapa produk ini gagal?
Pasta gigi Listerine
Aspirin Ben-Gay
Oreo Fudgies Sedikit
Mengapa PocketPaks berhasil?

Kuncinya adalah pada titik dimana pemasar harus bisa memberikan edukasi terhadap produk yang di pasarkan. 

         Pentingnya Belajar
Pemasar harus mengajarkan konsumen:
-           Where to buy
Dimana peran pemasar sangat dibutuhkan untuk mengajarkan konsumen tentang dimana mereka harus membeli suatu produk.
-           How to use
Dimana peran pemasar dibutuhkan untuk mengajarkan konsumen tentang bagaimana mereka menggunakan produk yang dipasarkan sehingga mereka tertarik untuk membelinya.
-           How to maintain
Peran pemasar dimana konsumen diajarkan untuk bagaimana mereka mempertahankan produk yang dipasarkan, dengan kata lain membuat konsumen yang setia.
-           How to dispose of products

         TEORI BELAJAR
-           Teori Perilaku
Teori didasarkan pada premis bahwa pembelajaran terjadi sebagai hasil dari tanggapan diamati terhadap rangsangan eksternal. Juga dikenal sebagai teori respon stimulus.
Teori pembelajaran perilaku mengasumsikan bahwa pembelajaran terjadi seseorang terhadap kejadian-kejadian diluar dirinya.
-           Teori kognitif
Sebuah teori pembelajaran berbasis pengolahan informasi mental, sering dalam menanggapi pemecahan masalah.
Pendekatan teori ini menekankan kegiatan mental dalam pembelajaran, yakni bagaimana informasi yang diterimaseseorang diproses dan disimpan dalam memorinya dalam waktu yang relative lama. Pembelajaran terjadai karena adanya empat unsure yang disebut dalam hamper dalam semua teori pembelajaran.

         PROSES PEMBELAJARAN
-           Belajar Intensional (Intentional learning)
Belajar dalam arah tujuan, merupakan lawan dari belajar incidental.
-           Belajar Insidental (Incidental learning)
Konsep ini bertentangan dengn anggapan bahwa belajar itu selalu teraarah-bertujuan. Belajar disebut incidental bila tidak ada instruksi atau petunjuk yang diberikan pada individu mengenai materi belajar yang akan diujikan kelak. Lawan dari belajar incidental adalah belajar intensional.
         ELEMEN DARI TEORI BELAJAR
           Motivasi : muncul karena adanya kebutuhan, Motivasi berakar pada kebutuhan dan tujuan, jadi motivasi mendorong pembelajaran.
           Isyarat (Cues) : bereaksi terhadap motivas, Cues adalah stimulus yang mengarahkan motif. Cue mengarahkan dorongan kepada konsumen bila cue itu konsisten dengan ekspektasi konsumen.jadi, pemasar perlu berhati-hati dalam memberikan cue supaya tidak mengecewakan ekspektasi konsumen.
           Respons : reaksi konsumen terhadap isyarat, Response adalah bagaimana seseorang berperilaku sebagai reaksi dari dorongan atau cue. Respons tidak terikat pada kebutuhan. Kebutuhan atau notif dapat menimbulkan berbagai macam respons.
           Pendorong (Reinforcement) : datang karena adanya isyarat atau stimulus, Reinforcement meningkatkan kemungkinan suatu respons spesifik akan muncul dimasa yang akan dating sebagai hasil dari cue atau stimulus tertentu.

         PERILAKU TEORI BELAJAR
-           Classical Conditioning
Classic conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan
-           Instrumental Conditioning
Pengkondisian Instrumental (Instrumental Conditioning) adalah suatu proses belajar yang meliputi manipulasi akibat-akibat dari suatu respon dengan tujuan untuk menaikan atau menurunkan probabilitas munculnya respon tersebut. Perosedur pengkondisian instrumental dapat digunakan untuk meningkatkan kesempatan munculnya respon yang diinginkan dan sebaliknya menurunkan kesempatan munculnya respon yang tidak diinginkan.
Sebuah teori perilaku belajar berdasarkan proses trial-and-error, dengan kebiasaan paksa sebagai hasil dari pengalaman positif (reinforcement) yang dihasilkan dari tanggapan atau perilaku tertentu.
-           Modeling or Observational Learning Pembelajaran observasional adalah pembelajaran yang terjadi melalui mengamati perilaku orang lain.
           Tahap-tahap observation Learning
1. Attention (Perhatian)
Yaitu belajar sesuatu dengan observasi, pertama-tama pembelajar harus memberikan perhatian kepada model yang akan ditiru, secara continues.
Contoh : Mengamati tingkah laku teman yang sedang mengirim berita/tugas ke milis secara continue
2. Memory (Mengingat)
Yaitu pembelajar harus mengingat langkah-langkah yang dilakukan.
Contoh : Mengingat langkah-langkah yang dilakukan oleh model pada saat mengirim berita/tugas ke milis
3. Immitation (Meniru)
Yaitu pembelajar memiliki kemampuan untuk menguasai dan meniru tindakan tersebut.
Contoh : Learner merasa mampu melaksanakan / menirukan apa yang dilakukan oleh model bagaimana cara mengirim berita/tugas ke milis.
4. Motivation (keputusan untuk mempratekkan/tidak)
Yaitu pembelajar mempunyai motivasi untuk melakukan tindakan tersebut secara mandiri (mempraktekkan tindakan tersebut).

v  Gambar 7.2 Classical Conditioning  Menurut Ivan Pavlov
Berikut ini adalah gambaran dari teori Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov.


 







       AFTER REPEATED PAIRINGSText Box: Conditioned Response
Salivation


Text Box: Conditioned Stimulus
Bell




Þ     Contoh dari Classical Conditioning yaitu pada awal tatap muka antara guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru menunjukkan sikap yang ramah dan memberi pujian terhadap murid-muridnya, sehingga para murid merasa terkesan dengan sikap yang ditunjukkan gurunya.

v  Gambar 7.2B  Analogous Model of Classical Conditioning
 







     AFTER REPEATED PAIRINGSText Box: Conditioned Response
Salivation


Text Box: Conditioned Stimulus
6 o’clock news



Þ     Berdasarkan Hukum Respon by Analogy, hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah.
         PEMBELAJARAN ASOSIATIF KOGNITIF
Pembelajaran asosiatif adalah pembelajaran yang muncul ketika sebuah hubungan dibuat untuk menghubungkan dua peristiwa. Pengkondisian klasik dipandang sebagai pembelajaran asosiasi antara peristiwa yang memungkinkan organisme untuk mengantisipasi dan mewakili lingkungannya. Dari sudut pandang ini, pengkondisian klasik bukanlah tindakan refleksif, melainkan perolehan pengetahuan baru.
Menurut teori Pavlon, konsumen dapat dipandang sebagai pencari informasi yang menggunakan hubungan yang logis dan perpetual diantara berbagai peristiwa, bersama-sama dengan persepsinya sendiri, untuk membentuk gambaran yang canggih mengenai dunia.
         APLIKASI STRATEGIS PENGKONDISI KLASIK
           Pengulangan
Pengulangan meningkatkan kekuatan asosiasi dan memperlambat lupa tapi seiring waktu dapat mengakibatkan wearout iklan. Variasi kosmetik mengurangi kejenuhan. Efek conditioning akan meningkat setelah pengulangan beberapa kali. Hanya saja ada teori yang disebut dengan three hit theory, yang mengatakan bahwa pengulangan diatas tiga kali tidak akan menghasilakn efek conditioning, namun justru akan mnegakibatkan advertising wearout atau kejenuhan dan menyebabkan hilangnya efek conditioning.
           Stimulus Generalisasi
Ketidakmampuan untuk memahami perbedaan antara rangsangan sedikit berbeda. Generalisasi stimulus menjelaskan alasan berbagai produk tiruan (me too) sukses di pasaran. Stimulus generalization berhubungan dengan kecenderungan stimulus-stimulus yang berupa stimulus yang dikondisikan dan ditampilkan untuk menghasilkan respons yang serupa pula.
           Stimulus Diskriminasi
Dalam tugas-tugas diskriminatif pada pengkondisian instrumental, subyek dicoba untuk mempertimbangkan apakah ia membuat respon atau tidak. Bila subyek membuat respon, maka subyek melakukan generalisasi stimulus. Jika subyek tidak membuat respon maka ia membuat diskriminasi stimulus. Stimulus discrimination terjadi billa stimulus yang serupa denganstimulus yang dikondisikan tidak diikuti oleh stimulus yang tidak dikondisikan
v  Gambar 7.4 Variasi Substantif
Variasi substantif adalah berbagai perubahan isi iklan dan tidak ada perubahan ciri-ciri produknya.
Description: Schiffman_CH07_11_0001
v  TEORI THREE-HIT
Pengulangan adalah dasar untuk gagasan bahwa tiga eksposur untuk iklan diperlukan untuk iklan yang akan efektif. Jumlah pengulangan sebenarnya sama dengan tiga eksposur dipertanyakan.

v  GENERALISASI STIMULUS DAN PEMASARAN
·         Perluasan lini, bentuk, dan golongan produk
Para pemasar tidak hanya menawarkan perluasan lini produk yang mencakup ukuran yang berbeda, warna yang berbeda, bahkan rasa yang berbeda (contoh: indomie yang dulu hanya mempunyai rasa ayam bawang, kini mengeluarkan berbagai rasa seperti, rasa soto, kari ayam, soto pedas) mereka juga menawarkan perluasan bentuk produk (contoh: Susu Bendera. Dulu produk ini hanya susu bubuk saja. Namun sekarang, menjadi susu cair, susu kemasan, dan susu kental manis)
·         Pemakaian merk gabungang
Contoh: “PT. Indofood” (memiliki berbagai produk makanan seperti Indomie, Supermi, Popmie, Sunrise, Bimoli, Simas, kecap Indofood dan Promina.)
·         Pemberian Lisensi (Licensing)
Pemberian lisensi-izin menggunakan merk terkenal ke berbagai produk pabrikan lain-merupakan strategi pemasaran yang dilakukan atas dasar prinsip generalisasi stimulus. produk-produk  yang diberi lisensi. (Contoh, Paris Hilton, memberikan lisensi namanya untuk produk parume “Paris Hilton”).
·         Menggenaralisasikan Situasi Pemakaian
Para pemasar tidak hanya berusaha menggeneralisasikan asosiasi yang positif bagi merk mereka melalui perluasan lini produk dan perluasan golongan produk, tetapi beberapa pemasar juga berusaha menggeneralisasikan situasi pemakaian merk-merk mereka yang terkenal. Sebagai contoh: Obat sakit kepala Bodrex, memberi pesan kepada konsumen bahwa produknya adalah obat sakit kepala yang dapat diminum kapan saja walaupun sebelum makan
v  PRODUK EKSETNSI
Pengenalan produk yang dikenal untuk perusahaan tetapi yang memiliki fitur atau dimensi yang baru untuk konsumen, tiga jenis ekstensi produk yang mungkin: revisi, penambahan dan repositionings, melihat inovasi dan duplikasi produk baru. Contohnya seperti gambar-gambar dibawah ini.
-          Description: Schiffman_CH07_12_0001Gambar 7.5 Line Produk Ekstensi







-          Gambar 7.6 Bentuk Produk Ekstensi
Description: Schiffman_CH07_13_0002Description: Schiffman_CH07_13_0001   






-          Description: Schiffman_CH07_14_0001Gambar 7.7 Kategori Produk Ekstensi








-          Gambar 7-8
Description: Schiffman_CH07_15_0001
v  STIMULUS DISKRIMINASI
Kemampuan untuk memilih stimulus tertentu dari antara rangsangan yang sama karena perbedaan persepsi
·         Pengaturan Posisi
Dalam masyarakat kita dimana komunikasi terjadi berlebihan, kunci diskriminasi stimulus adalah pengaturan posisi (positioning) yang efektif, keunggulan bersaing yang utama.
·         Diferensiasi Produk
Kebanyakan strategi diferensiasi produk direncanakan untuk membedakan produk atau merk tertentu dari produk atau merk pesaing atas dasar sifat yang relevan, berarti, dan berharga bagi para konsumen. Penjelasannya adalah bahwa merk yang unggul biasanya yang pertama berada dipasar dan sudah lama “mengajar” konsumen (melalui iklan dan penjualan) untuk menghubungkan merk dengan produk tersebut.

-          Gambar 7.9 Stimulus Diskriminasi
Description: Schiffman_CH07_17_0001

v  Gambar 7.10 Sebuah Model penyejuk Instrumental


 










Text Box: Kejadian Berulang                                                                                                                     

v  PENGKONDISIAN INSTRUMENTAL
Seperti pengkondisian klasik, pengkondisian instrumental memerlukan hubungan antara stimulus dan tanggapan. Tetapi, pada pengkondisian instrumental, stimulus yang menghasilkan tanggapan yang paling memuaskan adalah stimulus yang dipelajari.
         KONDISI INSTRUMENTAL DAN PEMASARAN
           Kepuasan pelanggan (Penguat)
Dimana seorang konsumen merasa senang dengan suatu produk yang dihasilkan. Tujuan semua usaha pemasaran haruslah untuk memaksimumkan kepuasan pelanggan.
           Urutan Penguatan
Untuk menentukan kapan sebuah perilaku akan dilakukan. Para pemasar menemukan bahwa kualitas produk harus terus konsisten dan kepuasan pelanggan harus diberikan pada setiap pemakaian agar perilaku konsumen yang diingini terus dipertahankan.
           Menyusun perbandingan pembelajaran distribusi
Seperti digambarkan sebelumnya, pengaturan waktu mempunyai pengaruh yang penting trehadap pembelajaran konsumen.

           Pembentukan Perilaku
Penguatan perilaku yang harus dilakukan para konsumen sebelum perilaku yang diinginkan dapat dilakukan disebut pembentukan perilaku.


         PENGUAT
           Penguat yang positif : Hal positif yang memperkuat kemungkinan respon tertentu. Situasi penguatan positif muncul apabila keberadaan stimulus khusus dapat rneningkatkan atau  memelihara kekuatan suatu respon. Penguatan positif sering disebut ganjaran (rewards).
Contoh : Iklan menunjukan rambut indah sebagai penguat untuk membeli sampo
           Penguat yang negatif : Hasil yang tidak menyenangkan atau negative berfungsi untuk mendorong perilaku tertentu. Situasi penguatan negatif muncul apabila ketidakbera daan atau penghilangan stimulus khusus (sering berupa stimulus aversi atau stimulus yang tidak menyenangkan subyek) dapat membantu untuk meningkat kan atau memelihara kekuatan suatu respon. Dan beberapa psikolog melihat paralelisme antar penguatan positif dan negatif adalah penguatan positif cenderung.mengarah perolehan ganjaran, dan penguatan negatif cenderung mengarah perolehan pertolongan bagi subyek.
Contoh : Iklan menunjukan kulit keripur sebagai penguat untuk membeli krim untuk kulit.
         KONSEP LAIN DALAM PENGUATAN
           RESIKO (Hasil buruk yang kemungkinan akan terjadi)
-           Memilih penguatan daripada resiko
           KEPUNAHAN (Hilang dari peredaran)
-           Melawan dengan cara kepuasan pelanggan
           MELUPAKAN (Menghapus atau menghilangkan)
-           Melawan dengan cara pengulangan, jika tanggapan yang dipelajari tidak lagi diperkuat, maka akan makin menghilang sampai-sampai tingkat penghapusan; yaitu, sampai tingkat di mana hubungan antara stimulus dan ganjaran yang diharapkan hilang.

         OBSERVASI PEMBELAJARAN
Observasi ialah metode atau cara untuk menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati suatu objek secara langsung. Sebuah proses dimana individu mengamati perilaku orang lain, dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Juga dikenal sebagai pemodelan atau perwakilan pembelajaran.
         PEMBELAJARAN TEORI KOGNITIF
Cognitive atau kognitif berasal dari kata “Cognition” yang berarti pengertian atau mengerti. Pengertian luasnya adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Menyatakan bahwa jenis belajar yang paling berkarakteristik dari manusia adalah pemecahan masalah, yang memungkinkan individu untuk mendapatkan pengendalian atas lingkungan mereka.

         PENGOLAHAN INFORMASI
Sebuah teori kognitif manusia yang belajar pola pengolahan informasi computer yang berfokus pada bagaimana informasi disimpan dalam memori manusia dan bagaimana hal itu akan diambil.
Berkaitan dengan kemampuan kognitif konsumen maupun kompleksitas informasi yang akan diolah. Para konsumen mengolah informasi tentang produk berdasarkan sifat-sifat,merk, perbandingan antara merk, atau kombinasi dari faktor-faktor ini.
v  Gambar 7.13 Proses Informasi Dan Perbekalan Memory

Toko jangka panjang
 
Memori yang bekerja (took jangka pendek)
 
Toko
Sensor
 
Text Box: Masukan
Sensornya
                            Latihan                             Pengkodean                         Pemuliah
 

                                     
                                                   


                               Lupa: Hilang              Lupa: Hilang                  Lupa: Tidak Tersedia

v  STRUKTUR INGATAN
Karena pengolahan informasi terjadi dalam beberapa tahap, pada umumnya dipercaya bahwa terdapat “ gudang-gudang penyimpanan” yang terpisah dan berurutan dalam ingatan tempat disimpannya informasi untuk sementara sebelum diolah lebih lanjut; penyimpanan sensoris, penyimpanan jangka pendek dan penyimpanan jangka panjang.
·         Informasi yang disimpan dalam jangka panjang
-          Episodik: Dari yang lain dimana ia diperoleh
-          Semantik: Konsep yang signifikan





         TAHAP BERURUTAN DAN PENGOLAHAN


v  TEORI PEMBAGIAN OTAK
-          Fungsi Otak Kiri
   Merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ) dan berperan dalam hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, atau merupakan pusat matematika manusia. Mungkin kita akan berpendapat jika seseorang pandai dalam hal yang berhubungan dengan logika seperti pandai ilmu matematis, sangat detail dalam menyusun rencana dan sebagainya, maka otak kirilah yang lebih dominan.
-          Fungsi Otak Kanan
Berperanan dalam fungsi perkembangan Emotional Quotient (EQ). Jika seseorang cenderung memiliki bakat tertentu, seperti seni dan lainnya, mungkin ini peranan dari Otak Kanan yang baik dan kuat. Disini sebagai pusat kemampuan intuitif, penghayatan, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, bakat seseorang seperti menyanyi, menari, melukis dan hal kreatif lainnya. Otak kanan juga akan mempengaruhi seseorang dalam hal yang bersifat perasaan (intuisi) hal sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi (jiwa).
Kanan / Kiri Hemisfer Otak mengkhususkan diri dalam fungsi tertentu.
v  TEORI KETERLIBATAN
     Sebuah teori pembelajaran konsumen yang mendalilkan bahwa konsumen terlibat dalam berbagai kegiatan pengolahan informasi dari luas ke yang terbatas untuk pemecahan masalah, tergantung pada relevansi masalah pembelian. Teori keterlibatan berkembang dari aliran riset yang disebut hemispheral lateralization atau teori belah otak. Dasar pemikiran teori belah otak adalah bahwa hemisfer otak sebelah kanan dan kiri “mengkhususkan diri” pada macam informasi yang mereka olah.

         ISUE DALAM TEORI KETERLIBATAN
Suatu teori pembelajaran konsumen yang mempostulasikan bahwa konsumen terlibat pada serangkaian kegiatan pemrosesan informasi dari pemecahan masalah ekstensif sampai terbatas, tergantung pada selevansi pembeliannya.
1.         Teori Keterlibatan dan Strategi Media
Informasi kognitif (verbal) diolah oleh otak sebelah liri jadi media cetak dan media interaktif dianggap merupakan media dengan keterlibatan yang tinggi. Menurut teori ini , iklan cetak diolah dalam urutan tahap-tahap kognitif yang kompleks dan digambarkan dalam berbagai model pengolahan informasi yang klasik (yaitu pengolahan keterlibatan informasi yang tinggi).
2.         Teori Keterlibatan dan Relevansi Konsumen
Teori ini secara singkat membuat hipotesa bahwa terdapat konsumen dengan keterlibatan yang tinggi dan rendah maka, terdapat pula pembelian dengan keterlibatan yang tinggi dan rendah. Kedua pendekatan ini menimbulkan gagasan bahwa tingkat keterlibatan konsumen tergantung pada tingkat keterkaitan pribasi yang ditimbulkan produk untuk konsumen itu.
3.         Rute Tengah dan Perlengkapan untuk Persuasi
Teori rute tengah dan samping untuk melakukan persuasi menjelaskan berbagai konsep untuk pemecahan masalah yang luas maupun terbatas pada situasi pembelian dengan keterlibatan yang tinggi maupun rendah. Dasar pemikiran utama teori ini adalah bahwa para konsumen lebih mungkin untuk secara teliti menilai kebaikan dan kelemahan produk tertentu ketika produk itu mempunyai relevansi yang besar bagi mereka.
4.         Model Kemungkinan Pembahasan
Model Kemungkinan Pembahasan mengemukakakan bahwa tingkat keterlibatan seseorang selama pengolahan pesan merupakan faktor penting dalam menentukan rute persuasi mana yang mungkin paling efektif. Jika keterlibatan tinggi, para konsumen mengikuti rute tengah dan mendasarkan sikap dan pilihan-pilihan mereka pada argumen pesan. Jika keterlibatan rendah , mereka mengikuti rute samping dan lebih memperhatikan unsur-unsur pesan lainnya sperti juru bicara atau musik latar belakangnya untuk membentuk sikap atau melakukan pilihan produk.
v  POKOK BERITA TAK TERDUGA MEINGKATKAN DAMPAK METAFORA (KIASAN)
Suatu tayangan yang lebih menunjukkan sesuatu yang merupakan sebuah kiasan tetapi pesan dari kiasan tersebut dapat diterima calon konsumen. Contohnya seperti iklan rokok yang lebih menunjukkan sisi jiwa petualang dan keberanian seorang pria yang pada akhirnya ketika calon konsumen menyaksikan hal tersebut makan dia akan tertarik karena merasa akan lebih menjadi seorang pria jika mengkonsumsi produk tersebut.
Keterlibatan
Tinggi
Rendah
Rute Pusat
Rute sekeliling
Pengaruh sikap argumen pesan
Isyarat pengaruh sikap sekeliling

·         Rute Pusat
Pesan yang dikirim melalui rute pusat persuasi harus lurus ke depan dan lengkap. Rute pusat terdiri dari "pertimbangan bijaksana dari argumen (ide, konten) dalam pesan "(Benoit dkk., 2001). Penerima hati-hati dalam mendalami isi pesan dan mengevaluasi subyek ide. Pesan yang dikirim melalui rute ini harus memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi, yaitu, penerima harus benar-benar peduli tentang dan berhubungan dengan subjek.
Rute Sekeliling
Dimana pembentukan atau perubahan sikap mencakup jauh lebih sedikit pemikiran dan merupakan konsekuensi dari asosiasi merek dengan entah petunjuk sekililing yang positif atau negative. Yang bisa menjadi contoh petunjuk peripheral bagi konsumen adalah dukungan selebriti, sumber yang terpercaya, atau objek apa pun yang menimbulkan perasaan positif.
         Pengaruh sikap argumen pesan
Ketika konsumen cukup termotivasi dan mampu memproses argument tertentu dari sebuah pesan atau suatu titik penjualan, maka respon kongnitif mereka dapat membawa perubahan kepada kepercayaan mengenai merek yang diiklankan, atau perubahan dalam mengevaluasi pentingnya manfaat dan atribut merek tersebut.
         Isyarat pengaruh sikap sekeliling
Lingkungan konsumen terbagi menjadi dua macam:
• Lingkungan sosial : semua interaksi sosial yang terjadi antara konsumen dengan orang sekelilingnya
• Lingkungan sosial : orang-orang lain yang berada di sekeliling konsumen dan termasuk perilaku dari orang-orang tersebut. Berdasarkan kedekatannya dengan konsumen, lingkungan konsumen bisa terbagi ke:
1.         Lingkungan mikro : lingkungan yang sangat dekat dengan konsumen, yang berinteraksi langsung dengan konsumen dan akan mempengaruhi perilaku, sikap, dan kognitif konsumen tertentu secara langsung
2.         Lingkungan makro : lingkungan jauh dari konsumen, bersifat umum dan berskala luas karena itu lingkungan makro memiliki pengaruh luas terhadap masyarakat bukan hanya kepada individu konsumen.
3.         Lingkungan fisik : segala sesuatu yang berbentuk fisik yang berada disekeliling konsumen, bisa menempati ruang / tidak menempati ruang. Situasi merupakan perilaku konsumen di suatu lingkungan untuk tujuan tertentu.
Sumber : http://tutukscorpio.wordpress.com/2009/02/23/observation-learning/
http://andhy-brenjenk.blogspot.com/2011/11/pembelajaran-konsumen.html
http://tutorialpendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/09/tutorial-pendidikan-ppkn.html
http://syaharuddin.wordpress.com/2012/07/05/model-pembelajaran/
http://alfallahu.blogspot.com/2013/04/teori-pembelajaran-kognitif.html
http://izzatimulia.blogspot.com/