Minggu, 06 Januari 2013

ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBAGAI TOLAK UKUR KOPERASI SIMPAN PINJAM



TUGAS SOFTSKILL EKONOMI KOPERASI

ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBAGAI TOLAK UKUR KOPERASI SIMPAN PINJAM





Nama : ISHMA HANNA
Kelas  : 2EA13
NPM  : 13211726




Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi
Tahun 2012/2013



ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBAGAI TOLAK UKUR KOPERASI SIMPAN PINJAM

Pembangunan nasional merupakan usaha bersama yang harus diselenggarakan secara merata diseluruh lapisan masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik sepiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti yang sudah tertulis dalam Garis-Garis Besar Halauan Negara Tahun 1993.
Untuk pembangunan khususnya di sektor ekonomi, perlu diadakan usaha peningkatan kesempatan berusaha dan usaha peningkatan pendapatan. Dalam hal ini koperasi merupakan salah satu cara yang tepat untuk mewujudkannya, khususnya adalah koperasi simpan pinjam.
Dalam surat keputusan Presiden No. 2 Tahun 1978 dicantumkan bahwa ekonomi pedesaan yang menunjang potensi petani ataupun usahawan lainnya dalam melakukan usahanya, sehingga dapat dikelola oleh masyarakat itu sendiri. Dengan demikian koperasi simpan pinjam mempunyai arti dan manfaat yang sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi dalam sekala nasional.
Dalam hal ini, supaya peranan koperasi sebagai lembaga ekonomi benar-benar kuat, maka koperasi itu perlu dibina dan dikembangkan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Koperasi yang dalam pembahasan ini lebih kita fokuskan pada koperasi simpan pinjam,merupakan wadah dan pusat pelayanan dari kegiatan perekonomian pedesaaan dengan berbagai macam usaha yang dijalankannya. Secara lebih mendalam, koperasi secara umum bisa diartikan sebagai kumpulan dari orang perorangan dan model dimana didalamnya terjadi kerja sama dan memiliki satu tujuan yang mensejahterakan anggota koperasi itu sendiri pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
Berhasil dan tidaknya koperasi sangat berpengaruh terhadap anggotanya, sehingga koperasi dituntut untuk berusaha semaksimal mungkin dalam mengelolanya, khususnya dalam segi keuangan yaitu bagaimana menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan sendiri terdiri dari neraca dan laporan rugi laba. Melalui laporan keuangan tersebut, dapat diketahui sejauh mana potensi prestasi dan kondisi keuangan yang dimiliki. Koperasi tersebut dalam tiap periode pemerintah selalu memberikan dan pembinaan terhadap koperasi. Maka dari itu usaha pengembangan KSP tidak hanya melalui analisa laporan keungan saja. Pembinaan dan pengawasan pemerintah tersebut bertujuan untuk memantapkan dan meningkatkan peranan peran serta tanggung jawab masyarakat. Dari situ diharapkan masyarakat mampu mengurus diri sendiri dan mampu menunjukkan peranan yang nyata dalam pembangunan nasional.
suatu pembukuan dan laporan keuangan tidak dapat berjalan dengan baik jika kinerja koperasi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Apa itu kinerja? Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Pedoman yang dipakai dalam mengukur kinerja keuangan koperasi ini menggunakan standar Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 96/Kep/M.KUKM/IX/2004 tentang Pedoman Standar Operasional Manajemen Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi.
 Analisis rasio keuangan seperti: Rasio likuiditas meliputi current rasio, quick rasio. Rasio solvabilitas meliputi debt ratio (DR), Debt toequity ratio (DER). Rasio profitabilitas yang meliputi Net Profit Margin (NPM), Ratio Total Assets Turnover, Return on Total Assets (ROA), Return on Equity (ROE). Rasio aktivitas meliputi Inventory Turn Over (rata-rata persediaan ), Receivable, Fixed Aset Turn Over, Total Aset Turn Over. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Time Series. Alat pengumpul data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara dan observasi.
Laporan keuangan merupakan proses akuntansi yang dapat dipakai untuk berkomunikasi antara data keuangan dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Laporan keuangan dapat memberikan informasi sehubungan dengan kondisi keuangan dan hasil yang dapat dicapai oleh koperasi tersebut dalam periode tertentu. Maka dari itu untuk bisa mengetahui kinerja keuangan dalam sebuah koperasi, yang dalam hal ini dikhususkan pada Koperasi Simpan Pinjam, maka penulis mengambil judul yang sesuai yaitu “ ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP)”.


  
DAFTAR PUSTAKA


-      surat keputusan Presiden No. 2 Tahun 1978

-       Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 96/Kep/M.KUKM/IX/2004
 

0 komentar:

Posting Komentar